F Serunya Ibu ibu Dharma Wanita Rebutan Kondom | membuat blog secara instant

Serunya Ibu ibu Dharma Wanita Rebutan Kondom

Posted by do it your self Rabu, 10 Oktober 2012 0 komentar


 
 
Ratusan anggota Dharma Wanita berebut dapatkan sembako murah atau atau diskon di pameran HUT RI sudah biasa. Kali ini lebih heboh karena Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Setda NTT rebutan  dapatkan kondom perempuan yang diperkenalkan Sekretaris KPA Provinsi NTT dr. Husein Pancratius pada acara seminar sehari yang diselenggarakan di Aula Eltari Kupang.

Ratusan isteri PNS di Setda NTT itu mengancungkan tangan setingi-tingginya ketika dari depan podium dr. Husein bertanya soal siapa diantara para ibu itu yang belum melihat kondom perempuan. Dengan gayanya bicara yang penuh dengan nada humor, dr. Husein berhasil membuat ratusan isteri PNS itu terpingkal-pingkal. Meski begitu, para ibu Dharama Wanita tetap serius menyimak setiap penjelasan dari bekas birokrat yang malang melintang menjabat sejumlah posisi strategis di lingkup setda NTT itu.

Aula Eltari seakan meledak ketika dr. Husein mulai memperagakan cara menggunakan kondom perempuan. Dibantu oleh Pengelola Program KPA Provinsi NTT Gusty Brewon, dr. Husein menaika kaki kirinya diatas sebuah kursi lalu tanganya yang sedang memegang sebuah kondom perempuan sambil diplintir lalu beraksi seolah memasukan benda yang terbuat dari plastik berukuran lebih besar dari kondom pria itu kesasarannya yaitu vagina. Sontak, aksi dr. Husein itu membuat para anggota Dharama Wanita tertawa terpingkal-pingkal. Namun ada sebagain besarnya melihat dengan saksama cara mennggunakan kondom perempuan.

“Senjata paling ampuh untuk mencegah HIV dan AIDS saat ini hanya kondom, dan ada kondom laki-laki ada pula kondom yang diproduksi khusus untuk perempuan. Ada banyak di gudang KPA Provinsi NTT, ibu-ibu boleh mengambilnya dan silahkan dicoba, pasti akan jauh lebih nikmat ketika melakukan seks,” jelas dr. Husein.

Mendengar itu, seusai dr. Husein memperagakan cara menggunakan kondom perempuan, para anggota Dharama Wanita mengerumuni Gusty Brewon untuk mendapatkan kondom perempuan. Bahkan terlihat sebagain dari mereka harus saling rebutan.

Dr. Husein saat itu tidak saja menyampaikan hal-hal teoritis mengenai HIV dan AIDS beserta seluk beluknya, mantan penjabat Buapti Flores Timur itu memperkenalkan sepasang suami isteri yang salah satunya terinveksi HIV sejak tujuh tahun silam yang hingga kini masih sehat bugar.

“Ini adik terkasih saya Aries yang sudah tujuh tahun terinveksi HIV bersama isterinya yang sedang hamil yang sudah tiga kali diperiksa masih tetap negativ. Ia akan melahirkan anaknya dalam waktu dekat. Mereka akan sehat-sehat saja karena teratur mengkonsumsi obat Antiretrofiral,” ujar dr. Husein sambil memeluk Aries dan isterinya yang tengah mengandung.

Dalam paparannya, dr. Husein menjelaskan, HIV tidak sama dengan AIDS, karena HIV adalah Human Immunodeficiency Virus yang adalah nama sebuah virus yang merusak sistim kekebalan manusia, yang memudahkan segala jenis penyakit masuk. Sedangkan AIDS, siangkatan dari Acguared Immuno Deficiency Syndrome yang adalah kupulan gejala penyakit yang didapat saat kekebalan tubuh telah dirusaki HIV.

HIV kata dia hanya terdapat di darah, caira sperma, cairan vagina, dan air susu ibu. Cara penularannya melalui hubungan seksual, narkoba suntik dan transflusi darah dan penularan dari ibu ke anak.
Dijelaskannya, HIV tidak menular melalui kontak sosial, pacaran “biasa”, makanan dan minuma, jalan udara, ludah dan kotoran, kolam renang, telepon dan toilet, serta gigitan nyamuk dan seragga.

“Tidak gampang HIV itu menular sehingga jangan merasa takut dengan HIV dan jangan mengucilkan orang yang terinveksi HIV,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada para anggota Dharama Wanita NTT untuk selalu mengajak suami yang sering melakukan perjalanan dinas keluar daerah untuk mengunjungi klinik VCT yang tersedia di RSUD Kupang, RS Bhayangkara Kupang, RST Wirasakti Kupang, dan di Yayasan Tanpa Batas.
Selain dr. Husein, seminar yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Provinsi NTT itu juga menampilkan Kepala Biro Hukum Setda NTT Yohanes L. Hawula, SH. M.Si yang membedah aspek Hukum dan HAM tentang perdagangan orang. Juga tampil pejabat dari BKKBN NTT, Ande Assan.

0 komentar:

Poskan Komentar